
Kendaraan bermotor yang mengeluarkan zat-zat pencemar udara menimbulkan dampak terhadap lingkungan atmosfer yang lebih besar seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon stratosfer, dan perubahan iklim global. Zat-zat yang diemisikan dari knalpot kendaraan bermotor adalah CO2, CO, NOx, HC, SOx, PM10, dan Pb. Tentunya kalian sudah tahu ya, bahwa dampak dari asap kendaraan bermotor itu?
Berdasarkan data dari berbagai sumber, kontribusi asap motor terhadap polusi udara bervariasi, tetapi secara konsisten disebut sebagai penyumbang terbesar di antara sektor transportasi. 64% dari total emisi kendaraan (KPBB, 2024): Data dari Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menunjukkan bahwa sepeda motor menyumbang 64% dari total sumber emisi pencemar udara yang berasal dari kendaraan di wilayah Jabodetabek setiap harinya. 63% dari polusi transportasi (Konsorsium Riset, 2025): Sebuah kajian gabungan dari RCCC UI, IESR, CORE, dan KPBB menemukan bahwa dalam sektor transportasi, sepeda motor menjadi kontributor polusi udara terbesar di Jakarta, yaitu sebesar 63%.
Salah satu cara pemantauan pencemaran udara adalah dengan menggunakan tumbuhan sebagai bioindikator, salah satunya adalah tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) karena tanaman ini memiliki karakter khusus tanaman yang mempunyai kemampuan tinggi mengurangi polutan partikel, yaitu tidak gugur dan daunnya yang bersisik.
Para peneliti mengamati bahwa polusi udara memicu perubahan pada tingkat seluler tanaman, terutama pada stomata (mulut daun). Stomata adalah pori-pori kecil di permukaan daun yang berfungsi untuk bernapas. Saat terpapar polutan, ukuran, kerapatan, dan jumlah stomata dapat berubah.
Jika tanaman ini selanjutnya dipaparkan asap knalpot dari jenis motor yang berbeda, yaitu supra, beat, vespa, dan kontrol yang tidak dikenai paparan asap motor, bagaimanakah tampak stomatanya? Kemudian apa yang akan terjadi jika pemberian asap knalpot ini dilakukan selama tiga hari? Selanjutnya sampel diambil untuk diuji kondisi fisik dan stomatanya.
Hasil dari uji kondisi fisik pada tanaman lidah mertua, beberapa tanaman ada yang berubah warna daun dari hijau menjadi kuning pucat. Hasil pada uji indeks stomata yaitu tanaman lidah mertua memiliki jumlah indeks stomata dengan rata rata nilai indeks 0.96 yang berarti kemampuan penyerapan pada daun lidah mertua. Jadi, apakah hasil ini dapat membuktikan bahwa lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dapat menanggulangi asap motor? Bisakah kalian membuktikan secara bersama-sama?
Apakah ada tanaman lain selain tanaman lidah mertua yang memiliki kemampuan menyerap polutan tinggi? Dan apakah ada kontrol positif yang digunakan untuk membandingkan hasil dengan tanaman yang tidak terpapar polutan?